Kapan dan bagaimana menggunakan dressing busa

Nov 08, 2019

Tinggalkan pesan


Pembalut busa diperkenalkan sekitar 25 tahun yang lalu. Mereka biasanya terbuat dari poliuretan, meskipun busa silikon juga dikembangkan, dan memberikan pembalut yang lembut dan menyerap untuk luka granulasi dengan berbagai etiologi dan ukuran. Bahan ini juga permeabel terhadap gas, memberikan isolasi termal dan membantu menjaga lingkungan luka tetap lembab (Thomas, 1993). Tidak seperti kain kasa, pembalut busa tidak melepaskan serat atau partikel, dan tergantung pada formulasinya, pembalut busa dapat digunakan pada luka dengan eksudat ringan, sedang, atau berat.

Busa poliuretan

Busa poliuretan tersedia dalam berbagai bentuk dan variasi bentuk serta ukuran, dengan atau tanpa batas perekat (Morgan, 1999).

Lembaran busa

Ini terbuat dari lembaran busa poliuretan hidrofilik sel terbuka. Bahan ini bersifat permeabel terhadap gas dan uap air, sedangkan permukaan luarnya tetap bersifat hidrofobik (Dale, 1997). Tergantung pada

sifat dan kondisi luka serta jumlah eksudatnya, luka tersebut mungkin perlu diganti mulai dari dua kali sehari hingga seminggu sekali.

- Poin latihan

Cara lembaran busa menyerap darah atau eksudat bervariasi menurut formulasinya. Satu produk tertentu menarik cairan ke-permukaan yang diberi perlakuan panas dan kemudian menyebarkannya secara lateral ke seluruh permukaan balutan. Artinya, untuk mencegah maserasi atau kebocoran, balutan harus menutupi dasar luka minimal 2-3 cm (Thomas, 1996).

Beberapa lembar busa pada awalnya direkomendasikan untuk penanganan eksudat ringan saja, namun versi yang lebih menyerap telah diproduksi dan cocok untuk luka dengan eksudat sedang hingga berat (Banks et al, 1997).

Pembalut busa yang didukung film-

Bahan ini memiliki tiga unsur: jaring poliuretan dengan daya rekat rendah yang bersentuhan dengan luka dan dirancang untuk mencegah atau mengurangi adhesi, lapisan tengah busa poliuretan hidrofilik, dan lapisan film poliuretan yang menghalangi aliran eksudat (Dale, 1997).

Bahan ini memiliki daya serap yang tinggi, seringkali dapat dibiarkan pada luka selama beberapa hari dan dapat digunakan pada luka yang mengeluarkan banyak cairan tanpa takut terjadi maserasi (Thomas, 1996).

Membran poliuretan

Ini terdiri dari lembaran busa poliuretan mikropori tipis yang telah dilapisi dengan perekat hidrofilik dan diikat ke lapisan film poliuretan. Bahan ini sangat permeabel terhadap uap air dan permeabilitasnya disesuaikan dengan jumlah eksudat yang dihasilkan.

Namun, bahan ini memiliki daya serap yang terbatas sehingga hanya cocok untuk luka dengan pancaran ringan.

Pembalut ini harus diganti ketika eksudat terlihat dalam jarak 1 cm dari tepi pembalut atau setelah lima hingga tujuh hari, tergantung pada jenis luka.

Dressing busa memiliki komposisi dan struktur yang berbeda-beda sehingga dapat digunakan pada berbagai jenis luka, antara lain tukak kaki, luka traumatis, luka bakar ringan, lokasi donor, luka ganas, dan luka berlubang. Bahan ini tidak cocok untuk luka nekrotik kering namun dapat digunakan bersamaan dengan bahan debriding. Misalnya dengan hidrogel untuk mendorong autolisis (Thomas, 1993).


Kirim permintaan
Hubungi kamiJika ada pertanyaan

Anda dapat menghubungi kami melalui telepon, email atau formulir online di bawah ini. Spesialis kami akan segera menghubungi Anda kembali.

Hubungi sekarang!